BERITA & ACARA‎ > ‎Berita PPI‎ > ‎

Resha Kharisma dengan Bandnya "Past Perfekt" Masuk Final Planet Festival Tour

posted Feb 2, 2016, 1:57 PM by Ppi Austria   [ updated Feb 3, 2016, 11:19 AM ]
Wina, 2 Februari 2016

oleh Nathalie (diedit oleh Ulfa Nurzzanah)

Empat hari yang lalu tepatnya 29 Januari 2016 , salah satu pemuda Indonesia berhasil lagi menunjukkan prestasinya di Austria. Yep, dia adalah Resha Kharisma. Pemuda kelahiran Surabaya 25 April 1994 ini berhasil melaju ke babak final dalam Planet Festival Tour bersama bandnya "Past Perfekt".  Resha yang saat ini super sibuk bermain drums di 3 band yang berbeda menyempatkan waktunya untuk berbagi pengalamannya.

Q: Resha, kita pengen banget tahu nih tentang kamu. Ceritain sedikit tentang dirimu, dong!

A: Okaaay,Resha pertama datang di kota Wina pada bulan April 2014. Resha sedang menempuh studi di SAE Institute (salah satu sekolah musik di kota Wina). KesibukanResha di kampus selama ini kebanyakan ngerjain proyek di studio kampus. Sekarang Resha sedang fokus untuk proyek akhir dan juga Diplomarbeit (skripsi). Kegiatan di bandantara lain latihan rutin, cari gigs, dan perform. Saat ini juga Resha sedang aktif ditiga band yang berbeda. Itu sudah cukup menyita waktu, hehe.

Q: Kapan sih Resha mulai ada keinginan untuk bermain drums?

A: Keinginan main drum pertama kali, Resha inget banget, waktu kelas TKnol besar sebelum masuk kelas 1 SD. Waktu itu selama TKResha dipaksa ikut modelling oleh orangtua Resha! Okay, cukup ketawanya! Hahaha. Akhirnya setelah kelas 2 SD mereka cari guru drumsprivat buat Resha. Yeaaaayyy! Semua bermula dari situ.

Q:Wah, ternyata Resha mulai bermain drums dari usia yang sangat dini ya. Jadi penasaran, siapa, sih, pemain drum yg menginspirasi Resha?

A: Banyaaaak banget!Kalau yg paling menginspirasi belakangan ini ada Benny Greb, Matt Garstka, Anika Niles, dan Luke Holland.

Nah, lho. Pada kenal enggak sama nama-nama yang Resha sebut?

Q: Ceritain sedikit, dong, tentang awal mula terbentuknya Past Perfekt, band yang sekarang membawa kalian ke final di Gasometer.

A: Wah, ini sih sedikit aneh tapi nyata dan cukup panjang. Hehe.

Q: Enggak apa-apa! Kita siap dengerin!

A: Sooooo, jadi awalnya Resha ikut audisi drummer untuk band "broken ego"yang saat itu ngadain audisi gitaris. Terus, Resha kenalan sama salah satu peserta audisi gitaris yang lain. Lalu kitamembuatjanji untuk mengadakanjamming bareng. Waktu jamming, orang inimembawa seorang pemain bass yang adalahAlex (saat ini bassist di band Past Perfekt).

Singkat cerita,Resha kurang cocok dengan si gitaris (yang menjadikan kami berhenti jamming bareng). Lalu, pada suatu hari normal di SAE, Resha ketemu lagi dengan Alex. Ternyata saat itu dia sedangmelakukan proses rekamanuntuk salah satu proyekstudent SAE. Di situ juga ada Katharina (sekarang vokalisPast Perfekt) yang langsung mengejutkan dengan bahasa indonesianyayangsangat lancar. Katharina sempat tanya ke Resha apakahResha kenal dengan Bossye (sekarang gitarisPast Perfekt) karena Bossye juga berasal dari indonesia. Waktu itu Resha belum kenal Bossye. Tapi berawal dari situ, kami semua membuat janji untuk jamming bareng dan akhirnya lanjut sampai sekarang.

Q: Proses yang lumayan panjang, ya. Tapi seneng banget akhirnya kalian bisa membentuk band yang keren! Bagaimana suka duka selama persiapan Planet Festival 2016?

A: Banyaaak banget! Mulai dari masalah pribadi tiap personil yang kadang bisa mempengaruhi bandsampai sibuk cari dukungan dari teman-teman supaya datang dan beli tiket untuk support. Tapi itu yang justru bikin berkesan😄

Q:Ada ritual khusus sebelum manggung, enggak?Atau ada benda kesayangan sebagai penyemangat?

A: Enggak ada yang khusus,kok.Biasanya cuma pemanasan dan makan yang cukup dan tetap tenang. Itu aja.

Q:Setuju! Kalau pandangan Resha pribadi, apa perbedaan berkarier musik di indonesia dan di austria?

A: Enggak terlalu banyak, sih. Meskipun ada beberapa sisi yang membuat berbeda.Misalnya kalau di Indonesia networkingdan kenalan sama orang yang berkepentingan tuh penting banget karena memberi keuntungan yang besar.Sedangkan kalau disini,kebutuhan networking enggak sebesar itu. Paling enggak itu yangResha alami, sih.

Q:Kalau apresiasi musik di Indonesia dan di Austria apa juga berbeda?

A: Ini juga kurang lebih sama walaupun awal-awal di Austria sempat ngerasabahwa band (terutama band kecil) dan drummer yang dikenal berisik itu enggak begitu banyak pendengarnya dibandingkan dengan genre lain (enggak perlu disebut genrenya). Tapi, setelah kemarin melihat Planet Tour Festival 2016, ternyata banyak banget yang masih supportfull band.Menurut Resha, itu juga tergantung cara publikasi dan cara menarik minat pendengarnya aja.

Q: Bisa bagi rahasianya, enggak, supaya jadi drummer yang keren dan jago?

A: Enggak ada rahasia sebenarnya. Cuma niat dan rajin latihan aja. Zaman sekarang semua bisa dipelajari di internet. Jadi, tinggal seberapa besar niat dan seberapa rajin latihan.

Q: Setuju banget. Kalau Resha pribadi, apa mimpi dan harapan terbesar Resha untuk jangka pendek dan panjang?

A: Harapan jangka pendek, sih, bisa lulus kuliah dan bisa mulai berkarier pelan-pelan di bidang sound engineer karena ini termasuk hal yang baru juga buat Resha sendiri. Kalau mimpi, tetap enggak berubah (at least sampai sekarang). Resha mau punya band besar atau jadi drummer salah satu band besar yang kesibukannya recording, rilis album,touring, diulang lagi dan lagi dan lagi. Hehe....

Q: Amin! Kami bantu doa! Reshaada saranenggak untuk teman-teman yang lain yang ingin mengikuti jejak Resha?

A: Enggak ada kata terlambat untuk belajar. Tapi kalau bisa,lebih baik sedini mungkin.Ujungnya kembali lagi ke niat dan harus rajin latihan.

Setuju banget! Nah, untuk teman-teman yang berkecimpung di dunia musik, Resha bisa banget nih jadi salah satu inspirasi untuk terus berkarya!



Comments