BERITA & ACARA‎ > ‎Berita PPI‎ > ‎

The Story of PPIA Goes to Durnstein, Wachau

posted May 9, 2016, 1:26 AM by Ppi Austria

Pengantar Cerita

Hello Ppiers, kali ini program PPIA Goes To melakukan ekspedisi ke Dürnstein, Wachau. Terletak di wilayah lower Austria, Dürnstein merupakan salah satu destinasi wisata yang paling popular dan romantis yang dijuluki sebagai "the Pearl of the Wachau". Tim ekspedisi terdiri atas 10 orang dewasa, 1 anak baru gede, dan 1 anak belum gede.


Target utama adalah mencapai Kastil Dürnstein yang pernah digunakan untuk menawan Raja Inggris yang melegenda, Richard the Lionheart. Ceritanya, pada saat dalam perjalanan balik ke Inggris dari perang salib, eh sang raja malah kena badai dan kapalnya tenggelam, jadinya harus jalan kaki deh, sambil nyamar tentunya. Celakanya, samarannya kebongkar dan ditangkap di Erdberg, Wina. Kemudian, Richard the Lionheart ditawan di Kastil Dürnstein, Wachau. Berhasilkah tim mencapai target utama...? simak kisah berikutnya..

Starting the journey







Setelah menentukan arah dan memastikan perbekalan penting sudah siap, maka dimulailah perjalanan menuju
Kastil Dürnstein.

Catatan: perbekalan terfavorit dipegang oleh mas Aji yang jago statistik, biar adil pembagiannya.








 






Jalanan yang terbuat dari bebatuan alami dan menanjak cukup terjal, membuat tim ekspedisi mulai kepayahan, posisi menjadi tidak tertib dan bermunculan aneka rupa tingkah laku.

 




Kalau kata bli Krishna yang ngerti bebatuan, “usia batu-batu ini sudah ratusan bahkan ribuan tahun”, sambil meraba batu dengan penuh perasaan.

 



Catatan: anggota tim yang lain pada mengatur pernapasan masing-masing dengan penuh perasaan.


























Namun, panorama di sepanjang perjalanan mampu memberi semangat, energi, dan memacu tim (tepatnya, sebagian tim) untuk terus bergerak menuju Kastil Dürnstein. 


Hingga, akhirnyaaa....yay...we did it!!!






Beberapa ekspresi luapan emosi anggota tim ekspedisi

setelah berhasil mencapai Kastil Dürnstein.

 

Beberapa ekspresi luapan emosi anggota yang lainnya, 

demi kepentingan bersama, tidak ditampilkan gambarnya.







The Castle of Dürnstein






Ada informasi yang menjelaskan sejarah Kastil Dürnstein, namun karena berbahasa Jerman, maka hanya urutan tahun suatu peristiwa saja yang bisa dimengerti dengan baik. Seharusnya ditambahi bahasa Inggris. Bila perlu, bahasa Indonesia.

Peristiwa sejarah yang pertama di tahun 1158 dan yang terakhir di tahun 1882.

Kejadian yang menceritakan penahanan Raja Richard ada diurutan kedua, pada tahun 1193.













Kastil Dürnstein kondisinya berupa reruntuhan, tidak berupa kastil yang utuh.

















Mungkin ini merupakan pintu penjara yang ada di Kastil Dürnstein.

 













Panorama dari “jendela“ Kastil Dürnstein.







Beberapa panorama lainnya dari Kastil Dürnstein.


Journey to the Danube River

Setelah puas menikmati panorama dari Kastil Dürnstein, kemudian tim ekspedisi akan menuju tepian sungai Danube. Sungai ini merupakan sungai terpanjang di wilayah Uni Eropa dan terpanjang kedua di benua Eropa.

Aliran sungai Danube melalui 10 negara, yakni: Jerman, Rumania, Austria, Hungaria, Serbia, Bulgaria, Slowakia, Kroasia, Ukraina, dan Moldova. 






Tanpa mengalami kesulitan yang berarti, tim ekspedisi telah mencapai tepian sungai Danube.

Sungai cukup lebar dan dalam, serta berarus sangat kencang. Tak seorangpun dari tim ekspedisi yang bernyali untuk berenang.









Jika ingin ke seberang sungai, sudah disediakan layanan jasa penyebrangan dengan menggunakan perahu bermesin.





Nah, ini dia yang ditunggu-tunggu. Makaaaaaaaaan. Setelah menguras energi, saatnya menimbun lemak lagi hehehe. Menu yang tersedia: nasi, ayam rica-rica pedas, rendang sapi, ayam kecap, tempe, botok, dan sambal. Kesemuanya merupakan makanan “mewah“ bagi orang Indonesia yang berada di Eropa.

Ucapan terima kasih yang mendalam dan tulus buat mbak Yani dan ibu Meilina yang telah menyediakan makanan istimewa. Selain sama-sama  berselera tinggi dalam  masak-memasak, ternyata selera pemilihan baju keduanya juga mirip (kotak-kotak merah hitam).




Tim pun menikmati sajian makan siang dengan panorama tepian sungai Danube yang indah dan damai.






Journey to the Old City

Setelah perut terisi dan puas menikmati panorama dan suasana di tepian sungai Danube, tim ekspedisi melanjutkan perjalanan, menuju ke kota tua yang merupakan destinasi terakhir dari program PPIA Goes To Dürnstein, Wachau.

Penjualan makanan dan minuman dan aneka rupa souvenirs, merupakan aktivitas utama di kota tua. Beberapa gambar dari kota tua:





Akhirnya, perjalanan berakhir dan tim ekspedisi kembali ke Wina. PPIA mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta dan ditunggu kembali di program PPIA Goes To berikutnya. Tschüß…





Ditulis oleh: Helmy Syakh Alam

Comments