Foto Bersama Kegiatan Courtesy Call PPI Austria ke KBRI Wina 2026
Wina, Austria (PPI Austria) — Pada Rabu, 19 Februari 2026, jajaran pengurus PPI Austria (PPIA) melaksanakan courtesy call ke KBRI Wina yang berlangsung pukul 16.00–17.00 CET. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat koordinasi antara PPIA dan KBRI, sekaligus menyelaraskan visi dalam mendukung mahasiswa Indonesia di Austria. Hadir dalam kesempatan tersebut Duta Besar RI untuk Austria, Damos Dumoli Agusman dan Shabda Thian dari KBRI. Sementara itu, dari PPIA hadir ketua PPIA 2026, Torana Arya Gasica, beserta berbagai perwakilan divisi dan koordinator kota dari berbagai wilayah di Austria.
Dalam sesi perkenalan, ketua PPIA 2026 menyampaikan sejumlah program kerja yang telah dan akan berjalan, salah satunya adalah webinar beasiswa yang baru saya dijalankan beberapa waktu lalu. Selain itu, program-program yang berada dibawah naungan divisi seperti Refreshment & Business (PPI Goes To) dan PenSenBud akan didorong untuk meningkatkan peran PPIA 2026 yang inklusif bagi mahasiswa Indonesia di Austria. Pengurus juga memaparkan visi, misi, serta tagline kepengurusan tahun ini. Salah satu komitmen utama adalah memastikan program tidak terpusat di Wina saja, tetapi menjangkau mahasiswa Indonesia di berbagai kota di Austria. PPIA juga menyampaikan permohonan dukungan data mahasiswa kepada KBRI, mengingat berdasarkan data KBRI terdapat sekitar 400 mahasiswa Indonesia di Austria. Menariknya, Pak Dubes menyoroti bahwa kepengurusan PPIA tahun ini didominasi oleh mahasiswa jenjang S3. Harapannya, komposisi ini dapat menjadi kekuatan untuk membangun program yang mendukung kualitas akademik dan keberhasilan studi mahasiswa Indonesia secara menyeluruh.
Diskusi Bersama Pak Dubes dalam Kegiatan Courtesy Call PPI Austria ke KBRI Wina 2026
Dalam arahannya, Pak Dubes menekankan bahwa pembentukan PPI seharusnya bertujuan utama untuk menyukseskan studi mahasiswa, tidak hanya sekadar menjalankan organisasi for the sake of organisation. Program berbasiskan akademik merupakan salah satu gagasan yang disampaikan untuk dapat membantu mensukseskan studi mahasiswa tersebut. Program-program seperti orientasi mahasiswa baru, sesi berbagi suka duka selama studi, dan metode metode penulisan dan strategi penelitian merupakan beberapa diantaranya. Selain itu, Pak Dubes juga menyampaikan agar PPIA dapat menjalin kerja sama dengan mengundang berbagai akademisi Indonesia di Austria untuk saling berbagi pengalaman akademik. Meski fokus utama adalah akademik, kegiatan penyegaran (refreshment) tetap penting. Pak Dubes menyarankan agar kegiatan tersebut memiliki sentuhan khas Austria, seperti ski.
Pak Dubes juga menyampaikan usulan untuk pembuatan flyer informatif berisi informasi praktis yang sering dibutuhkan mahasiswa, seperti tiket transportasi paling ekonomis, tempat makan Indonesia, lokasi belanja kebutuhan sehari-hari, dan layanan kesehatan. Konsep ini mencontoh inisiatif mahasiswa Korea Selatan yang membuat materi informatif serupa. Selain mahasiswa reguler, perawat dari Indonesia di Austria, khususnya yang tergabung dalam program Nurses4Vienna, juga diharapkan dapat dirangkul oleh PPIA. Kegiatan keagamaan pun perlu terus dihidupkan dengan ide-ide kreatif dari mahasiswa.
Pertemuan ini menegaskan kembali bahwa PPIA memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan studi, membangun jejaring, serta menghadirkan kegiatan yang relevan dan bermakna bagi mahasiswa Indonesia di Austria. Semangat kolaborasi antara PPIA dan KBRI Wina menjadi fondasi penting untuk menghadirkan organisasi yang tidak hanya aktif, tetapi juga berdampak nyata, baik dalam perjalanan akademik maupun penguatan komunitas Indonesia di Austria.