Penulis: Muhammad Mizan (TU Wien)
Ketika nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS, banyak orang berpikir bahwa masalah ini hanya urusan orang kota atau pengusaha besar saja. Ada anggapan bahwa "orang desa tidak belanja pakai dolar, jadi tidak perlu pusing" (Yusuf, 2026). Namun, apakah kenyataannya memang sesederhana itu?
Pada pertengahan tahun 2026, nilai tukar rupiah sempat mengalami guncangan hebat hingga menembus angka Rp17.600 bahkan sempat menyentuh Rp17.752 per dolar AS (Kontan, 2026a). Di sisi lain, pemerintah memiliki target besar untuk menurunkan angka kemiskinan di desa menjadi 6% hingga 6,5% dan menjaga agar harga barang-barang (inflasi) tidak naik melebihi kisaran 1,5% hingga 3,5% (Kontan, 2027).4
Untuk melihat apakah warga desa benar-benar "kebal" terhadap kenaikan dolar ini, kita harus memeriksa jalur keuangan yang menghubungkan dolar dari pasar dunia sampai ke warung-warung di pelosok desa. Kajian ini menggunakan data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta metode hitungan ekonomi sederhana untuk membuktikannya.
Untuk mengukur apakah petani di desa makin untung atau makin buntung, pemerintah dan para peneliti menggunakan satu alat ukur yang disebut Nilai Tukar Petani (NTP).
Secara sederhana, NTP adalah perbandingan antara uang yang diterima petani (dari hasil menjual panennya) dengan uang yang harus dikeluarkan petani (untuk belanja dapur sehari-hari dan modal bertani).
Rumus matematis untuk menghitung NTP adalah sebagai berikut:
Di mana:
NTP adalah Indeks Nilai Tukar Petani.
It (Indeks Harga yang Diterima Petani) adalah total nilai uang yang didapatkan petani dari menjual hasil buminya (seperti gabah, sayur, sawit, atau karet).
Ib (Indeks Harga yang Dibayar Petani) adalah total pengeluaran petani, yang dibagi menjadi dua bagian: belanja rumah tangga (beras, lauk-pauk, bensin) dan biaya produksi (pupuk, bibit, pakan ternak, upah buruh) (BPS, 2020).
Cara membaca hasil hitungannya:
Jika NTP > 100, artinya petani mengalami keuntungan (surplus). Pendapatan mereka dari hasil panen lebih besar daripada biaya hidup dan modal tani mereka (BPS, 2020).
Jika NTP = 100 , artinya petani berada di titik impas. Pendapatan dan pengeluaran mereka sama besar.
Jika NTP < 100 , artinya petani mengalami kerugian (defisit). Uang hasil panen mereka tidak cukup untuk menutup biaya hidup dan modal bertani (BPS, 2020).
Meskipun warga desa bertransaksi menggunakan rupiah, pergerakan dolar AS bisa menular ke desa melalui beberapa jalur utama yang dikenal dengan istilah efek penyaluran kurs (Exchange Rate Pass-Through) (Yusuf, 2026):
Sektor pertanian kita masih sangat bergantung pada bahan baku yang diimpor dari luar negeri menggunakan dolar. Ketika rupiah melemah, harga bahan impor ini otomatis melonjak (Mardian, 2026).5
Pupuk dan Pestisida: Menurut hitungan lembaga riset CORE, melemahnya rupiah secara langsung mengerek harga pupuk sebesar 0,63% dan obat hama (pestisida) sebesar 0,70% (CORE, 2026).5 Meskipun pemerintah menjamin harga pupuk subsidi tetap aman sesuai aturan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah diturunkan 20% sejak Oktober 2025 (seperti Urea subsidi Rp1.800/kg dan NPK subsidi Rp1.840/kg), kuota subsidi ini sangat terbatas (Adiperwira, 2026). Petani terpaksa membeli pupuk nonsubsidi di pasar yang harganya bisa mencapai tujuh kali lipat lebih mahal daripada pupuk subsidi (Jumantoro, 2026).6 Selain itu, harga pestisida di lapangan juga melonjak hingga 20% sampai 30% (Kontan, 2026a).
Pakan Ternak: Sektor peternakan ayam sangat terpukul karena 70% bahan pakan seperti bungkil kedelai masih harus diimpor (Kusnan, 2026) 7; (Mustaqim, 2026).8 Akibatnya, harga pakan ayam naik bertahap sebesar Rp400 per kilogram sejak April hingga Mei 2026 (Asatunews, 2026).7 Saat ini, harga jagung untuk pakan mencapai Rp7.000/kg dan bungkil kedelai impor menyentuh Rp8.700/kg (Asatunews, 2026).7
Banyak bahan makanan pokok warga desa yang bahan bakunya dibeli dari luar negeri menggunakan dolar (Mawardi, 2026).
Tempe dan Tahu: Sekitar 70% kedelai untuk membuat tempe diperoleh dari impor. Ketika dolar naik, harga kedelai naik, dan ukuran tempe di pasar desa menjadi lebih tipis atau harganya lebih mahal (Mawardi, 2026).
Mie Instan dan Roti: Bahan dasar tepung terigu adalah gandum, dan Indonesia mengimpor 100% kebutuhan gandumnya. Kenaikan dolar otomatis membuat harga mi instan dan jajanan warga desa ikut naik (Mawardi, 2026).
Di sisi lain, melemahnya rupiah bisa membawa berkah bagi sebagian kecil petani desa yang menanam komoditas ekspor seperti kelapa sawit dan karet (Amran, 2026). Karena hasil panen mereka dijual ke luar negeri dalam satuan dolar, saat dolar tersebut ditukarkan ke rupiah, nilai uang yang mereka terima menjadi lebih besar (Amran, 2026). Namun, keuntungan ini sering kali hanya dinikmati oleh pedagang besar atau tengkulak, sementara petani kecil di desa tetap menerima harga yang rendah karena posisi tawar mereka yang lemah (Syamsuri, 2023).9
Berikut adalah data resmi bulanan yang dirilis oleh BPS pada awal tahun 2026 untuk membuktikan dampak nyata perubahan rupiah ke sektor desa (BPS, 2026a) 10; (BPS, 2026b) 11; (BPS, 2026c).12
Berdasarkan data BPS Januari 2026, nilai indeks pendapatan petani (It) tercatat sebesar 155,02, sedangkan indeks pengeluaran petani (Ib) tercatat sebesar 125,42 (BPS, 2026a).10 Jika kita masukkan ke dalam rumus NTP:
Meskipun angka ini masih di atas 100 (yang berarti secara umum masih untung), penurunannya dari angka 125,35 di bulan sebelumnya menunjukkan bahwa kekuatan dompet petani mulai melemah karena biaya hidup di desa yang semakin mahal (BPS, 2026a).10
Untuk menguji apakah hubungan antara kurs dolar dan kesejahteraan petani ini benar-benar nyata secara ilmiah, para ahli menggunakan metode statistik bernama Vector Error Correction Model (VECM) (Hamidah, 2022).15
Secara sederhana, model ini melacak bagaimana naik turunnya kurs dolar, inflasi, dan biaya modal memengaruhi kesejahteraan petani dalam jangka panjang (Hamidah, 2022).15 Persamaan dasar yang digunakan adalah:
Di mana:
ln(NTPt) adalah tingkat kesejahteraan petani yang kita amati.
ln(KURSt) adalah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (jika angka ini naik, artinya rupiah melemah).
ln(INF_DESAt) adalah tingkat kenaikan harga barang pokok di desa (inflasi desa) (Mustaqim, 2026).8
ln(INPUTt) adalah indeks biaya modal bertani (harga pupuk, pakan, obat-obatan) (CORE, 2026).5
Beta 1, 2, dan 3 adalah koefisien yang menunjukkan seberapa kuat pengaruh masing-masing variabel tersebut terhadap kesejahteraan petani.
Seberapa Akurat Model Perhitungan Ini? Menurut hasil pengujian ilmiah, tingkat meleset (error) dari ramalan VECM ini sangat kecil, yaitu hanya berkisar antara 1,76% (Hamidah, 2022) 15 hingga 1,767% (UIN Malang, 2024) 16 (diukur menggunakan nilai Mean Absolute Percentage Error / MAPE). Karena nilai kesalahannya jauh di bawah batas maksimal 10%, maka hitungan ini terbukti sangat akurat dan tepercaya untuk menggambarkan kenyataan di lapangan (Hamidah, 2022) 15; (UIN Malang, 2024).16
Petani Kebun Sawit dan Karet (Nasional): Dalam jangka panjang, melemahnya rupiah memang memberikan dampak positif secara statistik karena harga ekspor kelapa sawit dan karet dunia naik dalam satuan rupiah (Kemenko Perekonomian, 2022).17
Petani Daerah (Contoh Kasus Aceh): Namun, ketika diteliti di tingkat daerah (seperti di Provinsi Aceh menggunakan metode statistik OLS), pelemahan rupiah justru berdampak negatif bagi petani kebun rakyat setempat (Syamsuri, 2023).9 Mengapa? Karena keuntungan dari kenaikan harga ekspor tersebut habis dimakan oleh tengkulak yang mempermainkan harga beli di tingkat petani, sementara petani langsung dihantam oleh kenaikan harga pupuk nonsubsidi yang mahal (Adiperwira, 2026); (Syamsuri, 2023).9
Petani Pangan dan Peternak: Bagi petani padi, sayuran, dan peternak ayam di daerah seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kalimantan Selatan, pelemahan rupiah murni mendatangkan kerugian (Annisa & Chandriyanti, 2021).18 Mereka tidak mengekspor hasil taninya, tetapi biaya untuk membeli pakan ternak dan pupuk impor terus melonjak naik akibat depresiasi rupiah (Annisa & Chandriyanti, 2021) 18; (INDEF, 2025).19
Kajian ini membuktikan bahwa anggapan "warga desa tidak terpengaruh oleh kenaikan dolar AS" adalah sebuah mitos. Warga desa justru menjadi kelompok yang paling rentan terkena dampak negatif dari melemahnya rupiah. Mereka terhimpit oleh dua masalah sekaligus: harga modal bertani dan beternak yang semakin mahal, serta biaya belanja dapur sehari-hari yang ikut membengkak.
Untuk melindungi warga desa dari dampak buruk gejolak dolar ini, beberapa langkah nyata harus segera diambil:
Menstabilkan Nilai Rupiah: Bank Indonesia harus terus melakukan intervensi di pasar keuangan agar nilai rupiah tidak merosot terlalu dalam, sehingga harga barang-barang impor tidak naik secara liar (Kontan, 2026b).
Mengurangi Ketergantungan Impor: Kementerian Pertanian perlu membantu petani dan peternak untuk beralih menggunakan pupuk organik buatan sendiri dan memanfaatkan bahan pakan ternak dari bahan baku lokal (seperti jagung lokal), sehingga tidak perlu selalu mengimpor bahan baku dari luar negeri (INDEF, 2025).19
Memotong Peran Tengkulak: Pemerintah harus memperkuat Koperasi Desa (BUMDes) agar petani memiliki posisi tawar yang kuat. Koperasi harus bisa membeli hasil panen petani dengan harga yang adil, sehingga keuntungan dari kenaikan harga dunia benar-benar sampai ke kantong petani, bukan hanya dinikmati pedagang besar (Kusnan, 2026) 7; (INDEF, 2025).19
Bantuan Sosial yang Tepat Sasaran: Pemerintah perlu menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) dan tambahan kuota subsidi pupuk secara adil, khususnya kepada buruh tani dan petani kecil yang paling rentan terhadap kenaikan harga pangan (BPS, 2026a) 10; (BPS, 2026a).13
Adiperwira, Y. (2026, Mei 20). Rupiah melemah tajam, harga pupuk subsidi nasional ikut naik. Kompas.com.
Asatunews. (2026, Mei 11). Harga pakan ternak naik bertahap akibat depresiasi rupiah. 7
Badan Pusat Statistik. (2020). Nilai tukar petani tanaman pangan menurut sektor tahun 2020. BPS.
Badan Pusat Statistik. (2026a, Februari 2). Awal 2026, BPS ungkap nilai tukar petani anjlok 1,40%. 10
Badan Pusat Statistik. (2026b, Maret 2). Nilai tukar petani naik 1,50 persen di Februari 2026. 11
Badan Pusat Statistik. (2026c, Mei 2). Nilai tukar petani April 2026 turun 0,09 persen. 12
Center of Reform on Economics. (2026, Mei 19). Pelemahan rupiah katrol biaya produksi pertanian nasional. CORE. 5
Hamidah, A. (2022). Pemodelan dan peramalan tingkat kesejahteraan petani di Indonesia melalui indikator NTP menggunakan metode Vector Error Correction Model (VECM) (Skripsi Sarjana, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya). 15
Institute for Development of Economics and Finance. (2025, Agustus). Monthly update: Kajian kritis pengukuran kesejahteraan petani melalui metode Nilai Tukar Petani dan Indeks Kesejahteraan Petani. INDEF. 19
Jumantoro. (2026, Mei 18). Dolar AS menguat, beban petani kian berat. Kompas.id. 6
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. (2022). Narasi kinerja triwulan I 2022: Perkembangan Nilai Tukar Petani perkebunan rakyat. 17
Kholida Annisa, & Ika Chandriyanti. (2021). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi Nilai Tukar Petani di Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2009-2018. Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan, 4(2), 443–452. 18
Kontan. (2026a, Mei 19). Pelemahan rupiah picu lonjakan biaya produksi petani. Kontan.co.id.
Kontan. (2026b, Mei 19). Pelemahan rupiah berpengaruh ke masyarakat desa, begini penjelasan Mentan. Kontan.co.id.
Kontan. (2027, Target Anggaran). Arah kebijakan ekonomi 2027 Prabowo janjikan rakyat sejahtera. Kontan.co.id. 4
Mawardi, I. (2026, Mei 18). Soal orang desa tak pakai dollar, pakar Unair: Tapi tempe sampai produk kecantikan naik semua. Kompas.com.
Mustaqim. (2026, Februari 2). NTP Kaltara Januari 2026 turun 0,34 persen, inflasi tekan daya beli petani. Kaltara Indozone. 8
Syamsuri, B. B. (2023). Pengaruh kurs nilai tukar rupiah terhadap Nilai Tukar Petani perkebunan di Provinsi Aceh tahun 2007-2022 (Skripsi Sarjana, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry). 9
UIN Malang. (2024). Analisis akurasi MAPE VECM(2) untuk kurs rupiah terhadap Nilai Tukar Petani. 16
Yusuf. (2026, Mei 16). Kenyataannya masyarakat desa paling terdampak jika dolar AS makin menguat, biaya hidup makin bengkak. Tribunnews.
Arah Kebijakan Ekonomi 2027: Prabowo Janjikan Rakyat Sejahtera, Ini Angkanya!, diakses Mei 18, 2026, https://nasional.kontan.co.id/news/arah-kebijakan-ekonomi-2027-prabowo-janjikan-rakyat-sejahtera-ini-angkanya
Pelemahan Rupiah Katrol Biaya Produksi Pertanian Nasional, diakses Mei 18, 2026, https://www.babelinsight.id/pelemahan-rupiah-katrol-biaya-pertanian
Dolar AS Menguat, Beban Petani Kian Berat, diakses Mei 18, 2026, https://www.kompas.id/artikel/dolar-as-menguat-beban-petani-kian-berat
Harga Pakan Ternak Naik Bertahap Akibat Depresiasi Rupiah, diakses Mei 18, 2026, https://www.asatunews.co.id/harga-pakan-ternak-naik-rupiah
NTP Kaltara Januari 2026 Turun 0,34 Persen, Inflasi Tekan Daya Beli Petani - Indozone, diakses Mei 19, 2026, https://kaltara.indozone.id/news/2486626059/ntp-kaltara-januari-2026-turun-034-persen-inflasi-tekan-daya-beli-petani
SKRIPSI PENGARUH PERTUMBUHAN EKSPOR DAN KURS NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP NILAI TUKAR PETANI PERKEBUNAN DI PROVINSI ACEH DALAM PE, diakses Mei 19, 2026, https://repository.ar-raniry.ac.id/38062/1/Bafadhal%20Baderul%20Syamsuri%2C%20190602196%2C%20FEBI%2C%20ES.pdf
Awal 2026, BPS Ungkap Nilai Tukar Petani Anjlok 1,40% - Validnews.id, diakses Mei 19, 2026, https://validnews.id/ekonomi/awal-bps-ungkap-nilai-tukar-petani-anjlok
Nilai Tukar Petani Naik 1,50 persen di Februari 2026 - IDX Channel, diakses Mei 19, 2026, https://www.idxchannel.com/playlists/nilai-tukar-petani-naik-150-persen-di-februari-2026
BPS Catat Penurunan Nilai Tukar Petani pada April 2026 - Babel Insight, diakses Mei 17, 2026, https://www.babelinsight.id/nilai-tukar-petani-april-turun
Nilai Tukar Petani Turun 1,40 persen per Januari 2026 - IDX Channel, diakses Mei 17, 2026, https://www.idxchannel.com/playlists/nilai-tukar-petani-turun-140-persen-per-januari-2026
BPS Rilis Data Pertanian: NTP April 2026 Turun Tipis, Panen Padi dan Jagung Tetap Tumbuh - YouTube, diakses Mei 17, 2026, https://www.youtube.com/watch?v=z6Pln1lW-gg
Pemodelan nilai tukar petani di indonesia menggunakan metode vector error correction model (vecm), diakses Mei 22, 2026, http://digilib.uinsa.ac.id/58076/2/Afanin%20Hamidah_H92218037.pdf
IMPLEMENTASI VECTOR ERROR CORRECTION MODEL DALAM MENGANALISIS HUBUNGAN TINGKAT KESEJAHTERAAN PETANI ANTAR SUBSEKTOR - etheses UIN, diakses Mei 22, 2026, http://etheses.uin-malang.ac.id/76395/3/210601110011.pdf
KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN REPUBLIK INDONESIA DEPUTI BIDANG KOORDINASI PANGAN DAN AGRIBISNIS ASISTEN DEPUTI PEN, diakses Mei 22, 2026, https://kinerja.ekon.go.id/public/files/narasi_kinerja_tw1-1593-2022-8nDme.pdf
Dampak Variabel Makro Ekonomi Terhadap Nilai Tukar Petani Ternak Ruminansia Besar di Nusa Tenggara Timur - Jurnal, diakses Mei 22, 2026, https://jurnal.polinela.ac.id/jppt/article/download/3636/2302/15146
Monitoring Issue of Food, Energy and Sustainable Development - INDEF, diakses Mei 22, 2026, https://indef.or.id/wp-content/uploads/2025/08/IND-INDEF-Center-FESD_Monthly-Update_August-2025.pdf