BERITA & ACARA‎ > ‎

Berita PPI


Check the latest news and agenda from PPI Austria

Reportase BRKD dan IMBSI 2017

posted May 25, 2017, 11:15 PM by Ppi Austria

PPI Austria together with Indonesian Embassy in Vienna, PPI Hungary, PPI Czech Republic and World Radio PPI proudly present Group Discussion of Indonesian PhD Students (BRKD) and Indonesian Master and Bachelor Scholars Insight (IMBSI) on 25 March 2017 from 10:00-17:00 at Indonesian Embassy in Vienna, Austria.

In these events, we have 6 doctoral speaker and 2 master student speaker from different field of studies.

Please enjoy our documentation video!

PPI Austria's Youtube Channel


Ini dia Pemenang "Photo Competition" PPI Austria 2017

posted May 12, 2017, 2:39 AM by Ppi Austria   [ updated May 25, 2017, 10:58 PM ]

Bulan April 2017 lalu, PPI Austria menggelar Photo Competition dengan tajuk "Apa Cerita Musim Semi Kamu?" Gelaran lomba foto ini terbuka bagi seluruh pemuda dan pelajar yang berada di Wilayah Eropa. Sampai dengan tenggat waktu pengumpulan yaitu 30 April 2017, panitia menerima 12 foto yang siap untuk berkompetesi.

Berdasarkan hasil penilaiain dewan juri, berikut adalah pemenang Photo Competition:

Juara 1 : Nuraini Indah Rahmawati
It is going to be a busy spring, so let's fill our tummy then we can work to the fullest!



Juara 2 : 
Krishna Wijaya
Buat liat tulip ga perlu jauh-jauh ke Keukenhof..cukup datang kesini, Karlskirche, Vienna



Juara 3 : 
Nelly Azwanty
Orang Batak main di Uhrturm Graz. Lokasi Uhrturm Graz Austria.. Graz adalah kota terbesar No 
2 di Austria, Graz juga sering disebut sebagai city of design. Saya sering berkunjung ke Graz 
karena orangtua dari Gastfamilie saya tinggal disana. Dan saya sering diajak bersama gastfamilie 
berkunjung. Berulang-ulang ke Graz saya tidak pernah bosan-bosan. karena Graz adalah kota 
kecil tapi sangat indah. Kalau mau sampai ke Uhrturm ini butuh perjuangan buat naik-naik 
tangganya yang belak-belok. Tetapi sesampai di atas Uhrturm, terbayar capeknya dan anda bisa 
melihat pemandangan kota Graz yang sangat indah:). Apalagi pas malem.. Beeeeh keren Abis. 
Jadi silahkan main lah kalian kesini:) (Eceknya promosi), Dan saya sih paling suka pas lagi 
musim semi seperti sekarang ini kalau lagi main ke Graz . Karena banyak bunga-bunga nya 
bermekaran. Hihi..  Di musim semi di Graz juga banyak yang bisa dikunjungi, seperti museum 
kunsthaus yang unik, gereja gothicnya dll..  Okelah saya tutup saya artikel sedikit saya ini, 
semoga kalian suka.. Hoooorassss!!



Juara 4 : Andi Rahmat Saleh
Bunga ini adalah Magnolia. Tanaman yang mampu tumbuh lebih dari seratus tahun. Bangunan di 
belakangnya dengan menara kuning adalah city hall dari kota Szeged. Keduanya, tanaman dan 
menara, adalah saksi dari perang dunia kedua. Selamat menikmati musim di mana bunga-bunga 
menampakkan keindahnnya!


Juara 5 : Ulfah Nurzannah 
"Piknik cantik tertawa bersama teman"
Disaat yang cerah dibulan April kami membuat kejutan untuk teman kami yang akan menikah 
saat itu(Ayu). Dengan tema putih cantik kami piknik di Stadtpark. Tak jarang beberapa orang 
meminta izin untuk memfoto kami,mungkin karena kami terlihat begitu ceria.


Juara Harapan 1: 
Giuseppina Diatmiko
2 weeks ago, I visited Keukenhof, which is one of the most beautiful flower gardens in The Netherlands. That is a nice place, because there are many flowers from different species. I went there with the students from University of Twente, The Netherlands.


Juara Harapan 2: Ayu Gunawan
Bukankah ia datang tidak hanya sebagai musim saja? Diantaranya kutemukan satu waktu untuk merenung,bahwa kita tidak pernah saling membenci,hanya saja saling merindu.


Selamat kepada para pemenang...!!!

Bincang Rame Komunitas Doktor + (BRKD +)

posted Sep 15, 2016, 11:43 AM by Ppi Austria   [ updated Sep 15, 2016, 12:21 PM ]

Sesuai dengan program kerja PPI Austria tahun 2016, maka akan diselenggarakan Bincang Rame Komunitas Doktor + (BRKD+). Pemberian simbol tambah (+) bermakna bahwa adanya Pembicara Tamu, yakni pakar, peneliti, ilmuwan, politikus, ataupun narasumber yang bersedia untuk menjadi pembicara tamu.

BRKD+ akan dilaksanakan pada hari Minggu, 2 Oktober 2016 di KBRI Wina yang sekaligus memperingati Hari Batik Nasional dan Hari Kesaktian Pancasila. BRKD+ dimulai dari pukul 10.00 sampai dengan 16.00 CET. 

Keynote Speakers :
1. Rachmat Budiman (Duta Besar RI untuk Republik Austria dan Slovenia)
    

2. Assoc. Prof. Muchtaridi, M.Si, PhD, Apt. (Ketua Prodi Pascasarjana Fakultas Farmasi Unpad)



Pembicara Doktor dan Kandidat Doktor :

1. Fainan Failamani (Post Doctoral of Department of Physical Chemistry, Wien Universität)


2. Andy Yahya Al hakim (Doctoral candidate from Montanunivesität Leoben)


3. Imelda Hutabarat (Doctoral candidate from Montanunivesität Leoben)


4. Arko Jatmiko Wicaksono (Doctoral candidate from Innsbruck Universität)


Bagi kawan-kawan yang ingin menghadiri kegiatan ini, dimohon untuk pre-registrasi terlebih dahulu disini (form registrasi).

Susunan acara BRKD+:


BRKD +


Joging Bareng di Schonbrun

posted Sep 5, 2016, 12:28 PM by Ppi Austria

Halo kawan-kawan,

Bertemu lagi di acara olahraga bareng PPI Austria


Ingat ya, hari Sabtu tanggal 10 September 2016 pukul 08.00 di Taman Schloß Schönbrunn.

Tempat berkumpul di stasiun U4 Schönbrunn (ditunggu sampai pukul 08.15, setelah itu bertemu langsung di taman Schloß Schönbrunn) dengan dress code baju olahraga yang nyaman dengan sepatu lari.

Apa saja yang harus dibawa? Semangat olah raga, air minum, dan makanan sesuai kebutuhan masing-masing (untuk dibagi-bagi juga boleeeeh)

Ditunggu kedatangan teman-teman yang mau berolahraga sambil bersenang-senang bersama teman-teman lain :) Semua diundang, jadi ajak kakak adik mama papa tante sepupu keponakan untuk ikut acara olah raga kali ini ya!

Sampai ketemu hari Sabtu!

Ayo Go..es, Sabtu 4 Juni 2016

posted May 31, 2016, 6:31 AM by Ppi Austria

Menikmati musim panas berangin ini dengan bersepeda ria mengitari kota Wina,tentu tidak boleh dilewatkan! 
Kami mengajak kawan semua untuk "Ayo Go..es!" mengayuh sepeda dan piknik bersama
Saatnya menyiapkan sepedamu! 
Bagi yang tidak memiliki sepeda jangan khawatir. Ada layanan City bike Vienna.
Jadi siapkan dirimu sobat 
* sepeda 
* makanan&minuman untuk piknik 
* alas duduk/tikar 

Untuk tempat berkumpul akan kami konfirmasikan melalui pesan langsung kepada setiap peserta yang berminat. 
Bagi peserta yang tidak memiliki sepeda bisa meminjam City Bike. Dan untuk mengurangi waktu tunggu,kami harapkan peserta untuk mendaftarkan diri atau membuat akun City Bike 

Berikut halaman untuk pendaftaran akun City Bike.

https://www.citybikewien.at/de/so-funktionierts/anmeldung

Dan berikut tarif penyewaan City Bike 

https://www.citybikewien.at/en/fees

Salam PPI!

The Story of PPIA Goes to Durnstein, Wachau

posted May 9, 2016, 1:26 AM by Ppi Austria

Pengantar Cerita

Hello Ppiers, kali ini program PPIA Goes To melakukan ekspedisi ke Dürnstein, Wachau. Terletak di wilayah lower Austria, Dürnstein merupakan salah satu destinasi wisata yang paling popular dan romantis yang dijuluki sebagai "the Pearl of the Wachau". Tim ekspedisi terdiri atas 10 orang dewasa, 1 anak baru gede, dan 1 anak belum gede.


Target utama adalah mencapai Kastil Dürnstein yang pernah digunakan untuk menawan Raja Inggris yang melegenda, Richard the Lionheart. Ceritanya, pada saat dalam perjalanan balik ke Inggris dari perang salib, eh sang raja malah kena badai dan kapalnya tenggelam, jadinya harus jalan kaki deh, sambil nyamar tentunya. Celakanya, samarannya kebongkar dan ditangkap di Erdberg, Wina. Kemudian, Richard the Lionheart ditawan di Kastil Dürnstein, Wachau. Berhasilkah tim mencapai target utama...? simak kisah berikutnya..

Starting the journey







Setelah menentukan arah dan memastikan perbekalan penting sudah siap, maka dimulailah perjalanan menuju
Kastil Dürnstein.

Catatan: perbekalan terfavorit dipegang oleh mas Aji yang jago statistik, biar adil pembagiannya.








 






Jalanan yang terbuat dari bebatuan alami dan menanjak cukup terjal, membuat tim ekspedisi mulai kepayahan, posisi menjadi tidak tertib dan bermunculan aneka rupa tingkah laku.

 




Kalau kata bli Krishna yang ngerti bebatuan, “usia batu-batu ini sudah ratusan bahkan ribuan tahun”, sambil meraba batu dengan penuh perasaan.

 



Catatan: anggota tim yang lain pada mengatur pernapasan masing-masing dengan penuh perasaan.


























Namun, panorama di sepanjang perjalanan mampu memberi semangat, energi, dan memacu tim (tepatnya, sebagian tim) untuk terus bergerak menuju Kastil Dürnstein. 


Hingga, akhirnyaaa....yay...we did it!!!






Beberapa ekspresi luapan emosi anggota tim ekspedisi

setelah berhasil mencapai Kastil Dürnstein.

 

Beberapa ekspresi luapan emosi anggota yang lainnya, 

demi kepentingan bersama, tidak ditampilkan gambarnya.







The Castle of Dürnstein






Ada informasi yang menjelaskan sejarah Kastil Dürnstein, namun karena berbahasa Jerman, maka hanya urutan tahun suatu peristiwa saja yang bisa dimengerti dengan baik. Seharusnya ditambahi bahasa Inggris. Bila perlu, bahasa Indonesia.

Peristiwa sejarah yang pertama di tahun 1158 dan yang terakhir di tahun 1882.

Kejadian yang menceritakan penahanan Raja Richard ada diurutan kedua, pada tahun 1193.













Kastil Dürnstein kondisinya berupa reruntuhan, tidak berupa kastil yang utuh.

















Mungkin ini merupakan pintu penjara yang ada di Kastil Dürnstein.

 













Panorama dari “jendela“ Kastil Dürnstein.







Beberapa panorama lainnya dari Kastil Dürnstein.


Journey to the Danube River

Setelah puas menikmati panorama dari Kastil Dürnstein, kemudian tim ekspedisi akan menuju tepian sungai Danube. Sungai ini merupakan sungai terpanjang di wilayah Uni Eropa dan terpanjang kedua di benua Eropa.

Aliran sungai Danube melalui 10 negara, yakni: Jerman, Rumania, Austria, Hungaria, Serbia, Bulgaria, Slowakia, Kroasia, Ukraina, dan Moldova. 






Tanpa mengalami kesulitan yang berarti, tim ekspedisi telah mencapai tepian sungai Danube.

Sungai cukup lebar dan dalam, serta berarus sangat kencang. Tak seorangpun dari tim ekspedisi yang bernyali untuk berenang.









Jika ingin ke seberang sungai, sudah disediakan layanan jasa penyebrangan dengan menggunakan perahu bermesin.





Nah, ini dia yang ditunggu-tunggu. Makaaaaaaaaan. Setelah menguras energi, saatnya menimbun lemak lagi hehehe. Menu yang tersedia: nasi, ayam rica-rica pedas, rendang sapi, ayam kecap, tempe, botok, dan sambal. Kesemuanya merupakan makanan “mewah“ bagi orang Indonesia yang berada di Eropa.

Ucapan terima kasih yang mendalam dan tulus buat mbak Yani dan ibu Meilina yang telah menyediakan makanan istimewa. Selain sama-sama  berselera tinggi dalam  masak-memasak, ternyata selera pemilihan baju keduanya juga mirip (kotak-kotak merah hitam).




Tim pun menikmati sajian makan siang dengan panorama tepian sungai Danube yang indah dan damai.






Journey to the Old City

Setelah perut terisi dan puas menikmati panorama dan suasana di tepian sungai Danube, tim ekspedisi melanjutkan perjalanan, menuju ke kota tua yang merupakan destinasi terakhir dari program PPIA Goes To Dürnstein, Wachau.

Penjualan makanan dan minuman dan aneka rupa souvenirs, merupakan aktivitas utama di kota tua. Beberapa gambar dari kota tua:





Akhirnya, perjalanan berakhir dan tim ekspedisi kembali ke Wina. PPIA mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta dan ditunggu kembali di program PPIA Goes To berikutnya. Tschüß…





Ditulis oleh: Helmy Syakh Alam

Selamat Hari Pendidikan Nasional

posted May 2, 2016, 12:52 PM by Ppi Austria

PPI Austria mengucapkan "Selamat Hari Pendidikan Nasional", semoga kiprah kita sebagai pelajar dan pemuda selalu dapat menempatkan diri, "Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani".

Berikut pesan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk pemuda yang belajar di perantauan.

Lampu belajar masih menemani. Buku masih terbuka. Berjam-jam duduk di meja belajar. Mata terus membaca, tangan mencatat di buku tulis. Di kamar yang mungil, jauh dari kampung halaman.

Ribuan, bahkan ratusan ribu anak muda tinggalkan kampung halaman, jauh dari Ibu, Ayah, dan saudara mereka. Kampung halaman yang penuh kenangan masa kecil itu mereka tinggalkan untuk satu tujuan: pendidikan.

Semua pasti masih ingat saat keluarga mengantarkan, melepas bersekolah jauh. Kristal butiran air mata Ibu saat melepas anak berangkat seakan cermin jernihnya cinta. Anak adalah cinta berbalut harapan. Ibu melepaskan anak untuk merantau jauh demi pendidikan yang lebih baik; melepaskannya dengan cinta, mengalunginya dengan harapan, dan menyematkannya doa tanpa akhir.

Buat anak-anak muda yang sedang di rantau, jauh dari Ibu, Ayah dan saudara, pada malam menjelang Hari Pendidikan ini, saya ucapkan selamat berjuang, selamat belajar.

Rute perjalanan yang kalian tempuh adalah rute yang telah mengantarkan jutaan anak muda negeri ini meraih kehidupan yang lebih baik. Jaga stamina!

Yakinlah bahwa pendidikan akan bisa mengantarkan pada kehidupan yang lebih baik. Pendidikan jadi tangga untuk menuju cita-cita, menuju harapan. Tiap hari satu anak tangga dilewati.

Anak muda memang seharusnya pilih jalan mendaki. Jalan berat penuh tantangan tapi bisa mengantarkan ke puncak. Jadikan perpisahan dengan keluarga itu sebagai awal perjumpaan dengan cita-cita.

Pada tiap lembar bacaan, ada doa Ibu dan Ayah. Pada tiap karya tulis dan pekerjaan dari guru atau dosen, ada harapan dari Ibu dan Ayah. Mereka mungkin tidak tahu satu per satu yang dikerjakan anaknya, tetapi mereka tak pernah berhenti hibahkan semua yang mereka miliki untuk kebaikan dan kebahagiaan anak mereka.

Teruslah belajar. Jangan biarkan waktu bergulir tanpa makna. Buka hari dengan cerahnya mata hati, dan tutup hari dengan tuntasnya asupan ilmu dan pengetahuan baru.

Janjilah kepada Ibu dan Ayah, suatu hari nanti mereka akan melihat anak mereka pulang membawa ilmu, membawa makna dan menjawab semua doa dengan melampaui harapan Ibu dan Ayah mereka. Izinkan mereka kelak menyongsongmu dengan rasa bangga dan syukur. Doa tulusnya dijawab oleh keberhasilan anaknya.

Selamat Hari Pendidikan, selamat memasuki Bulan Pendidikan, selamat meneruskan belajar, dan selamat melampaui cita-cita!

Salam,

Anies Baswedan
Cilandak, 1 Mei 2016, 23.07

(sumber: http://www.beritasatu.com/pendidikan/362988-mendikbud-selamat-hari-pendidikan-untuk-anak-muda-yang-belajar-di-perantauan.html)

PPIA Goes To Dürnstein, Wachau. 08.05.2016

posted Apr 26, 2016, 1:08 PM by Ppi Austria   [ updated May 7, 2016, 3:55 AM ]

Dürnstein is a small town on the Danube River in the Krems-Land district, in the Austrian state of Lower Austria. Dürnstein is considered as one of the most romantic places along the Danube. It is one of the most visited tourist destinations in the Wachau region and also a well-known wine growing area.


Biaya untuk transportasi € 14/orang PP, rinciannya: Tiket kereta Wien – Krem/ Donau Bahnhof PP €9 (catatan: harga ini berlaku jika jumlah penumpang kelipatan 5), dan Tiket Bus Krem – Dürnstein PP € 5. Dimohon untuk mempersiapkan: bekal makanan dan minuman, uang cash, tikar/ alas duduk, pakaian dan alas kaki yang disesuaikan dengan cuaca.



Pendaftaran dan Pembayaran selambat-lambatnya: Jumat, 6 Mei 2016.
Silahkan mengisi Form Pendaftaran dibawah.
Pembayaran bisa tunai, bisa juga transfer ke IBAN AT372011182672795500 a.n Helmy Syakh Alam. Info lebih lanjut, bisa mengirim email ke twistiest@gmail.com

Form Pendaftaran



Selamat Hari Kartini

posted Apr 21, 2016, 1:30 PM by Ppi Austria   [ updated Apr 26, 2016, 12:33 PM ]

Kami segenap pengurus PPI Austria, mengucapkan 

Selamat Hari Kartini

Semoga perjuangan beliau, dapat menjadi salah satu inspirasi kita untuk mencari Ilmu setinggi mungkin dalam era borderless sekarang ini.

(diambil dari http://rotasinews.com/wp-content/uploads/2015/04/image.jpg)

(sumber gambar: http://rotasinews.com/)

Talk Show dan Pameran Photo Hari Kartini dan Hari Pendidikan Nasional 2016

posted Apr 5, 2016, 1:04 AM by Ppi Austria   [ updated Apr 11, 2016, 10:40 AM ]

Dalam rangka menjiwai nilai-nilai perjuangan R.A. Kartini dan menjejaki pesona alam dan budaya Indonesia, PPI Austria bekerjasama dengan Austria-Indonesia Society menyelanggarakan Talk Show Ibu Kartini dan Pameran Foto Wonderful Indonesia, yang akan dilaksanakan pada:

Hari, Tanggal : Sabtu, 23 April 2016
Waktu          : Pukul 13:00 – 16:30 CET
Tempat          : Aula KBRI Wina
                 Gustav-Tschermak-Gasse 7, 1180 Wien, Austria


Pameran foto dilaksanakan secara terbuka yang dapat diikuti oleh seluruh masyarakat dengan tahapan sebagai berikut

1. Pendaftaran
        Calon peserta dalam melakukan pendaftaran melalui email ppiaustria@gmail.com dengan subjek “Pendaftaran Pameran Foto 2016”, paling lambat 15 April 2016 dengan            ketentuan sebagai berikut
        - Tema Foto: Pesona Alam Indonesia dan/atau Budaya Indonesia
        - Mencantumkan identitas diri yang terdiri dari nama lengkap, asal instantsi, alamat email, tema foto dan deskripsi foto.
        - Calon peserta dapat mendaftarkan lebih dari 1 (satu) foto

2. Seleksi
        Setiap foto yang masuk akan diseleksi oleh panitia dan diumumkan pada tanggal 20 April 2016 di situs http://www.ppiaustria.org/.

3. Produksi Foto

        Setelah pengumuman hasil seleksi, Panitia akan mencetak foto yang dinyatakan lolos.

4. Pameran Foto






1-10 of 82

Comments